Sore yang tengah mendung , disebuah taman yg dipenuhi oleh pepohonan yang
teduh bagi siapa saja yang berada disana . seorang gadis duduk sambil memuluk
kedua lututnya , menyandarkan punggungnya ke salah satu pohon yang besar dan
teduh . Tatapannya menatap lurus kedepan , menerawang kejadian beberapa bulan
lalu yang sangat-sangat ia rindukan .
“kamu mau janji gak sama
aku ??”
“janji apa?? “
“kalo misal kita gak
sama-sama lagi , aku mau kamu jangan lupain aku”
“kok kamu ngomong gitu
sih”
“aku mau kamu mau janji
sama aku”
“aku janji!”
Tetes bening seketika
mengalir dari mata teduh gadis itu , mengalir di kedua pipinya , dan jatuh di
antara kedua lututnya . Kejadian beberapa bulan itu masih saja terus bersarang
dikepalanya , mengingatnya kembali membuat emosi gadis itu menjadi meluap .
sedih , marah , bahagia , capek , semua campur aduk di benaknya .
Milyaran tetes air mulai
turun dari langit dan menghujam rerumputan di taman itu . Seketika gadis itu
menengadah , membiarkan air matanya jatuh bersama hujan yang tengah membasahi
wajahnya , membiarkan hujan menghapus air matanya .
“mungkin Cuma hujan yang
bersedia ngapus air mata gue” , batin gadis itu dalam hati.
Jam
menunjukkan pukul 05:17 saat naomi membuka kedua matanya , masih terlalu pagi
untuk hari libur seperti ini . Akhirnya naomi berusaha memejamkan kedua matanya
lagi , tapi gagal , matanya menolak untuk tidur lagi.
“sial , mau ngapain gue
jam segini !”.
Akhirnya naomi
hanya diam saja ditempat tidurnya , tanpa melakukan apa-apa . Hanya menatap
langit-langit kamarnya yg dipenuhi bintang dengan tatapan menerawang dan penuh
imajinasi .
Naomi segera
tersadar , semalam dia tidak membalas sms-sms yang masuk karena badmood yang
menyerangnya . Dicarinya hp ny itu dan melihat sms dari siapa saja yang masuk .
Ternyata sebagian besar sms itu dari kiara , cewek yang sudah dia anggep
sebagai adeknya sendiri selama satu tahun terkahir ini . Ada juga sms dari
beberapa temannya yg seperti biasa Cuma mau minjem novel doank , dan sebuah sms
dari seseorang yang saat ini sangat ingin dia lupakan .
“ ngapain lagi
sih dia sms gue “ , ucapnya sambil membalas sms-sms yang masuk , kecuali sms
dari orang yang sangat ingin ia lupakan itu .
Pintu kamar
naomi di ketok dari luar dengan sangat kasar dan keras .
“Siapa ?” teriakan naomi
tidak kalah besar dari ketukan di pintu kamarnya
“bibi non , makanan udh
siap tuh dibawah , makan dulu sana”
“iyaa bi , entar aja”
“cepetan yah non , ntar
keburu dingin”
“iyaa , makasih bi”
Naomi memang
tidak tinggal dengan keluarganya . Dirumah berlantai dua ini Naomi tinggal
dengan para pembantunya dan juga tukang kebunnya yang kadang merangkap jadi
sopirnya .
Bukannya Naomi
tidak punya keluarga , tapi inilah pilihannya . Mamanya meninggal dalam
kecelakaaan mobil 2tahun silam , kecelakaan yang terjadi saat hujan turun
dengan derasnya itu hanya merenggut nyawa mamanya . Papa naomi yang setelah
kejadian itu hari-harinya terus dilanda kesedihan , memilih melanjutkan
pekerjaannya diluar kota .
Naomi tidak
punya kakak apalagi adek kandung . Makanya papanya mengajak naomi untuk ikut
pindah , tapi naomi menolak ajakan papanya dengak halus dan tatapan kosong.
“Nao nanti mau
tinggal dengan siapa ? ikut papa aja yuk”
“kan ada bibi
sama mas ical pa , naomi disini ajalah”
“Kamu yakin ?
kenapa gak ikut papa aja”
“Nao yakin pa
, Nao masih pengen disini , pengen deket sama mama aja pa , maaf ya pa “
“yaudah kalo
itu mau nao , baik-baik yah sayang disini , jangan bikin susah bibi sama mas
ical”
“papa juga
baik-baik yah disana , jangan sedih terus”
Naomi memang
masih ingin tinggal dikota tempat dia dibesarkan ini . Bukan karena dia gak
suka tinggal dengan papanya , tapi terlebih karena dia hanya ingin dekat dengan
almarhumah mamanya saja . Itulah alasannya dulu.
“kak naomi
main yoook” . seorang cewek berteriak didepan kamar naomi dengan semangat .
Naomi yang
tengah tidur tidak mempedulikan teriakan cewek itu , dia malah menutup
kepalanya dengan bantal .
Kiara , cewek
yang berteriak didepan pintu kamar naomi kini telah berada didalam kamar naomi
, walaupun tidak mendapatkan izin dari sang empunya kamar itu . Kiara berjalan
menuju kasur tempat naomi tidur , dan segera membangunkannya . Tanpa ada
perlawanan naomi pun bangun dari tidurnya .
“kak jalan yok
, bete nih”
“cie yang bete
, bete kenapa”
“jalan aja
yok”
“ayook deh”
Sepanjang
jalan baik naomi maupun kiara sama-sama diam , sibuk dengan pikiran
masing-masing . Naomi yang menyetir mobil tidak melihat tatapan kosong
disampingnya itu , dan saat dia menoleh tetesan bening telah mengalir perlahan
di kedua pipi kiara.
Saat itu juga
naomi mengarahkan mobilnya menuju taman tempat dia sering ingin sendirian , dan
tanpa pernah mengajak siapapun untuk ikut ketaman ini . Dan kiara adalah orang
pertama yang diajak naomi kesini .
Kiara menatap
taman yang berisi pepohonan itu dengan tatapan teduh dan redup . Kakinya terus
melangkah mengikuti Naomi yang berjalan didepannya dengan perlahan dan berhenti
disalah satu pohon cukup besar yang menjadi favorit Naomi .
Naomi duduk
bersandar di pohon itu , lalu diikuti oleh Kiara yang duduk bersandar
disampingnya . Mereka berdua masih sama-sama diam , membiarkan angin membelai
wajah mereka , membiarkan pohon dibelakang ini menjadi saksi kebisuan mereka
untuk beberapa saat. Naomi akhirnya memecah keheningan itu dengan memulai
pembicaraan pertama sejak keluar dari rumah .
“Di taman ini
, bisa jadi tempat pelarian sesaat kalo ada masalah , jadi tempat istirahat
terkhir saat gak ada lagi tempat didunia ini yang bersedia nenangin kamu” .
naomi berbicara dengan tatapan menerawang kearah depan . Tapi Kiara tetap saja
diam .
“ Disini kamu
juga bisa jadi egois , sejenak ngelupain dunia dan orang-orang disekitar kamu ,
bisa ngurangin beban pikiran kamu juga, dan saat hujan turun kamu bakal
ngelupain masalah kamu sejenak”.
Kiara
meneteskan air mata saat menoleh kearah naomi yang sedang memandang lurus
kedepan , dan bertanya dengan suara parau.
“kenapa hanya
sejenak ? kenapa gak selamanya”
“karena
masalah itu harus diselesin , bukan ngilang gitu aja”
Naomi pun
menoleh ke arah kiara , dan terkejut karena lagi-lagi melihat Kiara menangis .
“kenapa
nangis? Ada masalah ? cerita aja”
Bukannya menjawab
Kiara malah kembali mengeluarkan air mata , dan menunduk .
Naomi
membiarkan Kiara menangis disampingnya , tanpa mendesaknya untuk menceritkan
apa yang membuatnya menangis , karna Naomi yakin kalo Kiara mau , dia pasti
akan bercerita walaupun bukan sekarang .
“nangis aja
kalo nangis bisa ngurangin rasa sesek di hati kiara” .
Dan Kiara pun
sukses menangis tersedu-sedu mendengar ucapan naomi untuknya .
Langit telah
gelap , lampu-lampu jalanan disepanjang jalan menuju rumah Naomi telah hidup .
Kiara menolak untuk diantar kan pulang kerumahnya , dia lebih memilih ikut
pulang kerumah Naomi , alasannya karna 2 hari kedepan adalah tanggal merah.
“kan besok
libur kak tanggal merah , jadi gak sekolah”. Dengan senang hati Naomi pun
membawa kiara menuju rumah .
Jam masih
menunjukkan pukul 02:00 dini hari , saat kiara membuka kedua matanya .
Dilihatnya sekelilingnya , dan orang yang tidur disampingnya itu .
Seketika sesak
di dada itu menyerangnya lagi . Membuat ambruk pertahanan yang ada .
Menghabiskan sisa kekuatan yang masih dimiliki . Dan saat itu juga Kiara
menangis . Menangis menatap naomi yang sedang tertidur pulas disampingnya .
Tangisan diam
itu ternyata luka gadis itu . Sakit yang dialaminya saat menatap naomi
sangatlah besar . Luka itu menyayat sedikit demi sedikit hati kiara . Betapapun
beratnya masalah itu , tidak akan dia ceritakan kepada naomi saat ini . Biarkan
waktu yang menjelaskan semuanya . Biarkan air mata yang mendominasi hubungan
mereka kedepannya .
Hari telah
kembali cerah . Matahari tersenyum kepada dunia . Tersenyum kepada setiap orang
. Tidak peduli orang itu sedih . Terus berusaha menyuntikkan energi kebahagiaan
di awal yang cerah ini .
Nino yang
sedari pagi telah bangun , kini hanya duduk-duduk saja didepan teras rumahnya ,
memperhatikan anak-anak kecil yang libur sekolah bermain di jalanan kompleks
perumahan yang dia tempati . Membuat nino tiba-tiba mengingat kembali masa kecil
nya .
“bahagia , dan
gak kenal masalah” , ucap cowok itu pelan dan tersenyum pahit .
Nino berjalan
menuju kamarnya , mencari hp nya yang dia silent sejak tadi malam . Tidak ada
satupun sms yang penting ternyata .
Nino kemudian
membuka fitur kontak , mencari salah satu nama yang sangat ingin diajaknya
bicara saat itu , lalu menekan tombol hijau di hp nya .
Tidak diangkat
. Berulang kali nino menghubungi orang itu , tetapi tidak ada satupun
panggilannya yang dijawab . Akhirnya nino mengirimkan pesan singkat , berharap
akan dibalas .
“kenapa gak
jawab telpon gue , lo marah ya sama gue”.
Diruang
yang berbeda , di tempat yang masih juga
berupa kamar tidur . naomi dan Kiara terlihat hanya santai-santai saja . Tidak
ada aktivitas yang mereka kerjakan sedari tadi selain membaca novel sambil
sesekali bersendagurau bersama.
Hari libur
seperti ini memang sering dilewatkan naomi bersama kiara . Kadang Naomi yang
menginap dirumah kiara , kadang kiara yang sukarela menginap dirumah naomi .
Menghabiskan waktu libur seharian bersama-sama , melakukan kegiatan yang kadang
membosankan bagi orang lain . Apapun mereka lakukan jika mereka bersama-sama.
Naomi beranjak
dari duduknya saat dia mendengar hp nya mengeluarkan nada tanda pesan . Saat
itu juga naomi tersenyum saat melihat siapa pengirim sms singkat itu. Kiara
yang melihat reaksi naomi , segera mencari hp nya sendiri yang ternyata sejak
kemarin dia silent .
11 panggilan
tidak terjawab , dan 3 sms . 8 dari 11 panggilan tidak terjawab itu adalah
hasil karya Nino dan juga 1 sms diantara 3 sms itu . Selebihnya adalah mamanya
yang menanyakan kabarnya .
Mood kiara
segera hilang saat itu juga , berbeda dengan naomi yang sedari tadi
senyum-senyum sendiri .
to be continued ............................................