“gue
kalau lagi capek kesini. Kalau lagi pengen sendiri disini, kalau mau nyari
ketenangan ya disini. Ini tempat gue. disinilah gue ” ucap cewek itu pada
bayangannya sendiri kala sore itu.
“gue gak
bisa marah sama mereka! Gue gak bisa egois sama mereka! Dak akhirnya gue Cuma
bisa nahan diri! Gue Cuma bisa ngorbanin diri gue sendiri! Gue malah nyakitin
diri gue sendiri! Gue emang bodoh!! GUE EMANG BEGO!!!! BEGO BANGET!!” teriak
cewek itu lagi pada hamparan hijau didepannya itu.
Cewek
yang ternyata bernama ‘Awan Langit Merah’ dan biasa dipanggil Ara itu terlihat
sedang menangis tersedu-sedu memandangi langit berwarna merah jingga. Badanya
yang tinggi dengan rambut yang panjang ikal. Seorang cewek yang begitu sangat
menyesali kehadirannya didunia ini. Cewek yang sampai sekarang ini masih belum
tau apa tujuannya dilahirkan. Cewek yang selalu menyesali hari-hari yang ia
lewati dengan kebohonganya. Dengan tawa palsunya, dengan senyum munafiknya.
Dengan kaliman ‘Gue gak apa-apa kok’ atau ‘santai aja, gue gak marah kok’ atau
apalah yang menunjukkan kalau dia tidak apaa-apa. Namun pada dasarnya dia
berbohong! Semua kebohongan itu ia bikin agar tak terlihat lemah! Agar tak ada
yang mendekatinya karna kasihan, agar dia tak kehilangan semua orang yang dia
sayang. kebohongan adalah jalannya. Dan
topeng adalah alatnya.
Dari
kejauhan ada sesorang yang memperhatikannya dari belakang. Seorang gadis juga,
dengan kaos putih dan cardigan jingga terlihat manis dia kenakan. Perawakannya
pun tak berbeda jauh dari Ara. Tubuh yang ideal untuk seorang cewek, rambut
panjang ikal. Namun gadis ini tak berponi.
Gadis itu
menyaksikann luapan emosi ara. Kemarahan ara, entah ada apa antara dia dan
ara. Tapi yang pasti gadis itu ingin
mengenal ara, ingin mengetahui orang yang telah terlalu sering dia lihat ‘di tempatnya’.
Perlahan
gadis itu berjalan mendekati ara. Embusan angin sore dengan matahari yang masih
terik. Membuat beberapa daun gugur dari pohonnya. Gadis itu berjalan mendekat,
dan jaraknya kini hanya sekitar satu meter saja. Gadis itu masih diam, masih
belum mau memanggil ara. Karna dilihatnya ara masih saja menangis. Gadis itu
duduk membiarkan ara larut dalam emosinya.
Langit
mulai malam, warna yang mendominasi adalah biru gelap. Ara hendak pulang, saat
di lihatnya seorang gadis sedang duduk dekat dengannya dia sangat terkejut.
“siapa
lo? Sejak kapan lo disitu? Lo ngapain disitu?” pertanyaaan-pertanyaan yang
terlontar begitu saja dari mulut ara saat melihat gadis itu.
Gadis itu
diam
“kalau
ditanya jawab! Ah tau deh gue capek!” kata ara sambil mengambil tasnya.
“sorry
kak. Maaf dari tadi disini, dari awal, dari kakak histeris” kata gadis itu
pelan, saat didapatinya Ara mulai menjauh.
“lo
denger apa aja?! lo siapa?” tanya Ara lagi dengan berjalan berbalik mendekati
gadis itu.
“banyak kak.
Hampir semuanya aku denger. Maaf kalau aku lancang kak”
“ah udah
lupain! Salah gue juga histeris ditemoat terbuka kayak gini.”
“nama
kakak siapa?” tanya gadis itu tiba-tiba
“hahahahah”
ara tertawa renyah “nama gue Awan Langit Merah. Kenapa? mau ketawa? Ketawa aja.
nama gue emang aneh kok.”
“ehmmm
emmm enggak kok kak. Namanya bagus banget. Awan langit Merah, awan itu bagaikan
sesuatu yang tak bisa digapai, tak bisa disentuh. Mau gimanapun megang awan
pasti akan hilang dari genggaman. Langit langit menandakan tempat yang bebas,
tak ada peraturan.bebas banget di langit, biru. Tempat para bintang, tempat
para awan. Langit itu bebas. Merah warna langit sore yang sangat langka.” Ucap gadis
itu panjang lebar menjelaskan maksud dari Nama Ara itu.
“ha??”
ara ternganga terdiam mendengarkan penjelasan gadis itu. “emm...oke-oke. gue
bahkan baru tau tentang nama gue ternyata kayak gitu. Nama lo sendiri siapa?”
“nama aku
kak? Hahahahah Hujan Bintang Senja. Namaku sama anehnya kayak nama kakak kok.
Panggil aku Binta atau Bintang aja kak.”
“oh. Gue cabut dulu ya.” Ara
pamit dan pergi dari berjalan menjauh dari Binta
“emmm. Kak tunggu” panggil Binta
saat mendapati Ara berjalan menjauh.
“apa?”sahut Ara menoleh.
“aku pengen kenal sama kakak. Boleh?”
“emm. Kalau hanya sekedar kenal
doang. Fine-fine aja! asal jangan terlalu dekat. Gue takut.” Jawab Ara
“Makasih kak. Kasih aku
kesempatan. Semoga lain waktu kita bisa ketemu.” Kata Binta sambil melambaikan
tangan
Ara hanya tersenyum pahit. Dan berlalu
begitu saja. Berbeda dengan Ara binta malah tersenyum puas. Entah apa yang
sedang berada diantara mereka. Sesuatu yang aneh. Dan mungkin inilah tujuanya. Permulaaan
dari semua ceritanya, awal dari hidupnya dengan orang yang baru dia kenal. Membuat
sebuah dunia baru.
“...............”
subuh yang dingin, Ara bangun
dengan wajah yang lemas “ada kejutan
apalagi hari ini. Huh! Gue capek banget!!” gumam Ara pagi itu. diambilnya handuk dan dialirkan
air hangat kedalam bathub. Ditenggelamkan tubuhnya kedalam bathub. “sepi banget ya ini rumah, hahaha emang tiap
hari kayak gini kan. Sendiri, dan sendiri. Hahaha” gumam ara sambil tertawa
renyah.
Pagi seperti biasa rumahnya yang
terbilang besar dengan halaman yang luas juga rimbun itu sangat terawat. Pembantu
dan tukang kebunnya yang menjaga rumah itu. orang tua nya bercerai sekitar 3
tahun yang lalu, masing-masing telah punya kehidupan dan keluarga sendiri. Ara
memang memilih untuk tinggal sendiri dirumah kedua orang tuanya itu. dia gak
mau ikut dengan salah satu orang tuanya. Karena lagi-lagi alasanya dia gak mau
kecewa untuk kesekian kalinya. Orang tuanya telah mengecewakanya dengan
mengambil keputusan untuk bercerai, sedangkan jika dia ikut ayah atau ibunya
kemungkinan dia akan menanggung kecewa lagi. Karena perlakuan mereka. Dan Ara
hanya ingin melindungi dirinya sendiri walaupun dengan cara yang menyakitkan
dirinya sendiri itu. entahlah.
Mobil march putih milih Ara
keluar dari pekarangan rumah. Jalan pagi ini yang terbilang masih sangat sepi,
dan sangat pagi untuk seseorang pergi kesekolah. Ara melajukan kecepatan
mobilnya dalam genangan-genangan air yang membasahi jalan setelah hujan malam
tadi.
Lagu Avril Lavigne-when you’re
gone mengalun keras di dalam mobil Ara yang mengenakan Seragam SMA Budi Utomo
itu. sesekali dilantunkannya lirik-lirik lagu itu. saat itu disebelah kiri
jalan dia melihat cewek yang sedang berjalan kaki. Orang itu sepertinya dia
tau. Yap. Cewek yang dia temui semalam ‘ditempatnya’. Ara langsung mengerem
mendadak mobilnya yang tadi lumayan melaju dengan kecepatan tinggi. Jalan yang
masih tergenang air dan Binta ada disebelahnya sedangkan Ara mengerem secara
tiba-tiba. Tak urung Air becek itu pun nyiprat seragam Binta. Ara yang kaget
saat mengetahui ternyata dia berhenti dijalan yang salah, segera keluar dari
Mobilnya dan menghampiri Binta yang bajunya kotor.
Binta yang tadinya hendak
langsung ngomel-ngomel dengan orang yang telah mengotori seragamnya langsung
diurungkan niatnya setelah dia tau siapa orang tersebut.
“eh sorry-sorry. Gak sengaja. Tadi
niatnya Cuma mau nyamperin lo gak tau kalau ada genangan air disitu.” kata Ara
merasa bersalah
“eh emm gak apa-apa kok kak. Tapi
kayaknya aku bakalan balik dulu nih, mau ganti baju. Tapi kayaknya gak keburu
deh” ucap Binta, terdengar nada
penyesalan dalam nada bicaranya itu.
“eh pakek baju gue aja. ini juga
hari senin kan.” Tawar Ara
“eh... emmm gak ngerepotin kak?”
“ya enggak lah. Baju SMP gini
doang, gak kepakek mah. Ada yang masih belum gue pakek juga kok.”
“ehmmm oke deh. Makasih ya kak” Dan akhirnya mereka berdua pergi menuju rumah
Ara.
Setibanya didalam rumah Ara. Binta
memang sedikit terlihat bingung, rumah sebesar ini sangat sepi. Ara seolah
mengerti apa yang ada dalam raut wajah Binta langsung bercerita.
“gue tinggal sendiri. Cuma ada
pembantu doang. Jadi rumah ini sepi. Jangan heran.”
“oooooooooooooh.” Binta hanya ber’oh’
dan menunggu kelanjutan cerita Ara
“orang tua gue udah cerai. Mereka
punya kehidupan masing-masing. Begitupun gue. gue selama 3 tahun terakhir Cuma butuh
uang mereka aja.”
Binta kali ini diam. Dan tau
bagaimana perihnya kehidupan Ara sebenarnya. Menjadikan daya tarik sendiri
untuk Binta masuk kedalam kehidupan Ara. Dan membuat dunia yang beda dari
dunia-dunia yang dia ciptakan dengan orang-orang lain.
Untuk Ara cerita ini akan
berbeda. Untuk Langit dari Bintang.
Berlanjut............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar