Kamis, 15 Maret 2012

aku , kamu , mereka , dan perasaan kita semua


Sore yang tengah mendung , disebuah taman yg dipenuhi oleh pepohonan yang teduh bagi siapa saja yang berada disana . seorang gadis duduk sambil memuluk kedua lututnya , menyandarkan punggungnya ke salah satu pohon yang besar dan teduh . Tatapannya menatap lurus kedepan , menerawang kejadian beberapa bulan lalu yang sangat-sangat ia rindukan .

            “kamu mau janji gak sama aku ??”
            “janji apa?? “
            “kalo misal kita gak sama-sama lagi , aku mau kamu jangan lupain aku”
            “kok kamu ngomong gitu sih”
            “aku mau kamu mau janji sama aku”
            “aku janji!”

            Tetes bening seketika mengalir dari mata teduh gadis itu , mengalir di kedua pipinya , dan jatuh di antara kedua lututnya . Kejadian beberapa bulan itu masih saja terus bersarang dikepalanya , mengingatnya kembali membuat emosi gadis itu menjadi meluap . sedih , marah , bahagia , capek , semua campur aduk di benaknya .

            Milyaran tetes air mulai turun dari langit dan menghujam rerumputan di taman itu . Seketika gadis itu menengadah , membiarkan air matanya jatuh bersama hujan yang tengah membasahi wajahnya , membiarkan hujan menghapus air matanya .
            “mungkin Cuma hujan yang bersedia ngapus air mata gue” , batin gadis itu dalam hati.



                        Jam menunjukkan pukul 05:17 saat naomi membuka kedua matanya , masih terlalu pagi untuk hari libur seperti ini . Akhirnya naomi berusaha memejamkan kedua matanya lagi , tapi gagal , matanya menolak untuk tidur lagi.
            “sial , mau ngapain gue jam segini !”.
                        Akhirnya naomi hanya diam saja ditempat tidurnya , tanpa melakukan apa-apa . Hanya menatap langit-langit kamarnya yg dipenuhi bintang dengan tatapan menerawang dan penuh imajinasi .
                        Naomi segera tersadar , semalam dia tidak membalas sms-sms yang masuk karena badmood yang menyerangnya . Dicarinya hp ny itu dan melihat sms dari siapa saja yang masuk . Ternyata sebagian besar sms itu dari kiara , cewek yang sudah dia anggep sebagai adeknya sendiri selama satu tahun terkahir ini . Ada juga sms dari beberapa temannya yg seperti biasa Cuma mau minjem novel doank , dan sebuah sms dari seseorang yang saat ini sangat ingin dia lupakan .
                        “ ngapain lagi sih dia sms gue “ , ucapnya sambil membalas sms-sms yang masuk , kecuali sms dari orang yang sangat ingin ia lupakan itu .




                       
                        Pintu kamar naomi di ketok dari luar dengan sangat kasar dan keras .
            “Siapa ?” teriakan naomi tidak kalah besar dari ketukan di pintu kamarnya
            “bibi non , makanan udh siap tuh dibawah , makan dulu sana”
            “iyaa bi , entar aja”
            “cepetan yah non , ntar keburu dingin”
            “iyaa , makasih bi”

                        Naomi memang tidak tinggal dengan keluarganya . Dirumah berlantai dua ini Naomi tinggal dengan para pembantunya dan juga tukang kebunnya yang kadang merangkap jadi sopirnya .

                        Bukannya Naomi tidak punya keluarga , tapi inilah pilihannya . Mamanya meninggal dalam kecelakaaan mobil 2tahun silam , kecelakaan yang terjadi saat hujan turun dengan derasnya itu hanya merenggut nyawa mamanya . Papa naomi yang setelah kejadian itu hari-harinya terus dilanda kesedihan , memilih melanjutkan pekerjaannya diluar kota .

                        Naomi tidak punya kakak apalagi adek kandung . Makanya papanya mengajak naomi untuk ikut pindah , tapi naomi menolak ajakan papanya dengak halus dan tatapan kosong.
                        “Nao nanti mau tinggal dengan siapa ? ikut papa aja yuk”
                        “kan ada bibi sama mas ical pa , naomi disini ajalah”
                        “Kamu yakin ? kenapa gak ikut papa aja”
                        “Nao yakin pa , Nao masih pengen disini , pengen deket sama mama aja pa , maaf ya pa “
                        “yaudah kalo itu mau nao , baik-baik yah sayang disini , jangan bikin susah bibi sama mas ical”
                        “papa juga baik-baik yah disana , jangan sedih terus”

                        Naomi memang masih ingin tinggal dikota tempat dia dibesarkan ini . Bukan karena dia gak suka tinggal dengan papanya , tapi terlebih karena dia hanya ingin dekat dengan almarhumah mamanya saja . Itulah alasannya dulu.




                        “kak naomi main yoook” . seorang cewek berteriak didepan kamar naomi dengan semangat .
                        Naomi yang tengah tidur tidak mempedulikan teriakan cewek itu , dia malah menutup kepalanya dengan bantal .
                        Kiara , cewek yang berteriak didepan pintu kamar naomi kini telah berada didalam kamar naomi , walaupun tidak mendapatkan izin dari sang empunya kamar itu . Kiara berjalan menuju kasur tempat naomi tidur , dan segera membangunkannya . Tanpa ada perlawanan naomi pun bangun dari tidurnya .


                        “kak jalan yok , bete nih”
                        “cie yang bete , bete kenapa”
                        “jalan aja yok”
                        “ayook deh”

                        Sepanjang jalan baik naomi maupun kiara sama-sama diam , sibuk dengan pikiran masing-masing . Naomi yang menyetir mobil tidak melihat tatapan kosong disampingnya itu , dan saat dia menoleh tetesan bening telah mengalir perlahan di kedua pipi kiara.
                        Saat itu juga naomi mengarahkan mobilnya menuju taman tempat dia sering ingin sendirian , dan tanpa pernah mengajak siapapun untuk ikut ketaman ini . Dan kiara adalah orang pertama yang diajak naomi kesini .




                        Kiara menatap taman yang berisi pepohonan itu dengan tatapan teduh dan redup . Kakinya terus melangkah mengikuti Naomi yang berjalan didepannya dengan perlahan dan berhenti disalah satu pohon cukup besar yang menjadi favorit Naomi .

                        Naomi duduk bersandar di pohon itu , lalu diikuti oleh Kiara yang duduk bersandar disampingnya . Mereka berdua masih sama-sama diam , membiarkan angin membelai wajah mereka , membiarkan pohon dibelakang ini menjadi saksi kebisuan mereka untuk beberapa saat. Naomi akhirnya memecah keheningan itu dengan memulai pembicaraan pertama sejak keluar dari rumah .

                        “Di taman ini , bisa jadi tempat pelarian sesaat kalo ada masalah , jadi tempat istirahat terkhir saat gak ada lagi tempat didunia ini yang bersedia nenangin kamu” . naomi berbicara dengan tatapan menerawang kearah depan . Tapi Kiara tetap saja diam .
                        “ Disini kamu juga bisa jadi egois , sejenak ngelupain dunia dan orang-orang disekitar kamu , bisa ngurangin beban pikiran kamu juga, dan saat hujan turun kamu bakal ngelupain masalah kamu sejenak”.

                        Kiara meneteskan air mata saat menoleh kearah naomi yang sedang memandang lurus kedepan , dan bertanya dengan suara parau.
                        “kenapa hanya sejenak ? kenapa gak selamanya”
                        “karena masalah itu harus diselesin , bukan ngilang gitu aja”
                        Naomi pun menoleh ke arah kiara , dan terkejut karena lagi-lagi melihat Kiara menangis .
                        “kenapa nangis? Ada masalah ? cerita aja”

                        Bukannya menjawab Kiara malah kembali mengeluarkan air mata , dan menunduk .

                        Naomi membiarkan Kiara menangis disampingnya , tanpa mendesaknya untuk menceritkan apa yang membuatnya menangis , karna Naomi yakin kalo Kiara mau , dia pasti akan bercerita walaupun bukan sekarang .
                        “nangis aja kalo nangis bisa ngurangin rasa sesek di hati kiara” .

                        Dan Kiara pun sukses menangis tersedu-sedu mendengar ucapan naomi untuknya .




                        Langit telah gelap , lampu-lampu jalanan disepanjang jalan menuju rumah Naomi telah hidup . Kiara menolak untuk diantar kan pulang kerumahnya , dia lebih memilih ikut pulang kerumah Naomi , alasannya karna 2 hari kedepan adalah tanggal merah.
                        “kan besok libur kak tanggal merah , jadi gak sekolah”. Dengan senang hati Naomi pun membawa kiara menuju rumah .



                        Jam masih menunjukkan pukul 02:00 dini hari , saat kiara membuka kedua matanya . Dilihatnya sekelilingnya , dan orang yang tidur disampingnya itu .
                        Seketika sesak di dada itu menyerangnya lagi . Membuat ambruk pertahanan yang ada . Menghabiskan sisa kekuatan yang masih dimiliki . Dan saat itu juga Kiara menangis . Menangis menatap naomi yang sedang tertidur pulas disampingnya .
                        Tangisan diam itu ternyata luka gadis itu . Sakit yang dialaminya saat menatap naomi sangatlah besar . Luka itu menyayat sedikit demi sedikit hati kiara . Betapapun beratnya masalah itu , tidak akan dia ceritakan kepada naomi saat ini . Biarkan waktu yang menjelaskan semuanya . Biarkan air mata yang mendominasi hubungan mereka kedepannya .




                        Hari telah kembali cerah . Matahari tersenyum kepada dunia . Tersenyum kepada setiap orang . Tidak peduli orang itu sedih . Terus berusaha menyuntikkan energi kebahagiaan di awal yang cerah ini .

                        Nino yang sedari pagi telah bangun , kini hanya duduk-duduk saja didepan teras rumahnya , memperhatikan anak-anak kecil yang libur sekolah bermain di jalanan kompleks perumahan yang dia tempati . Membuat nino tiba-tiba mengingat kembali masa kecil nya .
                        “bahagia , dan gak kenal masalah” , ucap cowok itu pelan dan tersenyum pahit .
                        Nino berjalan menuju kamarnya , mencari hp nya yang dia silent sejak tadi malam . Tidak ada satupun sms yang penting ternyata .
                        Nino kemudian membuka fitur kontak , mencari salah satu nama yang sangat ingin diajaknya bicara saat itu , lalu menekan tombol hijau di hp nya .
                        Tidak diangkat . Berulang kali nino menghubungi orang itu , tetapi tidak ada satupun panggilannya yang dijawab . Akhirnya nino mengirimkan pesan singkat , berharap akan dibalas .
                        “kenapa gak jawab telpon gue , lo marah ya sama gue”.




                        Diruang yang  berbeda , di tempat yang masih juga berupa kamar tidur . naomi dan Kiara terlihat hanya santai-santai saja . Tidak ada aktivitas yang mereka kerjakan sedari tadi selain membaca novel sambil sesekali bersendagurau bersama.
                        Hari libur seperti ini memang sering dilewatkan naomi bersama kiara . Kadang Naomi yang menginap dirumah kiara , kadang kiara yang sukarela menginap dirumah naomi . Menghabiskan waktu libur seharian bersama-sama , melakukan kegiatan yang kadang membosankan bagi orang lain . Apapun mereka lakukan jika mereka bersama-sama.
                       
                        Naomi beranjak dari duduknya saat dia mendengar hp nya mengeluarkan nada tanda pesan . Saat itu juga naomi tersenyum saat melihat siapa pengirim sms singkat itu. Kiara yang melihat reaksi naomi , segera mencari hp nya sendiri yang ternyata sejak kemarin dia silent .
                        11 panggilan tidak terjawab , dan 3 sms . 8 dari 11 panggilan tidak terjawab itu adalah hasil karya Nino dan juga 1 sms diantara 3 sms itu . Selebihnya adalah mamanya yang menanyakan kabarnya .
                        Mood kiara segera hilang saat itu juga , berbeda dengan naomi yang sedari tadi senyum-senyum sendiri .






to be continued ............................................

1 komentar: