Jumat, 09 Maret 2012

Dia dan Pembawa Lentera ....






Dalam kesendirian terus berteriak . Dalam kegelapan terus meraba . Saat satu orang membawa lentera saat itu dia meminta dukungan sang pembawa lentera. Namun gagal kesalahannya sepertinya sangat hina , pembawa lentera itu malah menyudutkannya dan meninggalkannya lagi.
Lentera-lentera terus datang dan pergi begitu saja , tidak berniat untuk menjadi penerang beberapa saat . Mungkin karena dia telah berbuat kejam atau mungkin karena dia sudah tidak peduli lagi dengan sekitarnya. Entahlah.
Lama kelamaan pribadinya berubah mengikuti keadaan dirinya saat ini . Diam, angkuh , dan dingin . Sosok itu terlahir begitu saja dari keadaanya , bukan dia yang berusaha menciptakan sosok itu . Tapi siapa yang peduli dengan itu semua ??


Dia terus menatap kosong kedepan . Menatap pembawa-pembawa lentera yang terus berlalu lalang di depannya . Dan saat seseorang pembawa lentera duduk disampingnya , tersenyum penuh ketulusan kepadanya , saat itu juga dia menoleh kepada pembawa lentera itu , ternyata dia membalas senyum pembawa lentera itu dengan senyum yang penuh kepahitan .
Pembawa lentera tidak beranjak meninggalkan dia , walaupun telah mendapatkan senyum kepahitan itu , tetap duduk disamping nya dan memberi senyum yang begitu tulus dan menyejukkan hati .
Sejak saat itu , tanpa perintah dia menyandarkan kepalanya dipundak pembawa lentera . Berharap pembawa lentera mau menjadi tempat istirahat sejenaknya . Ternyata , pembawa lentera tidak bergeming dari duduknya , dan menerima dijadikan sebagai sandaran kerapuhan .
Pembawa lentera memberi warna baru dalam hidupnya . Mengubah warna hitam kehidupan menjadi banyak warna yang sangat terang . Kasih sayang yang tulus , serta kejujuran adalah hal utama yang diajarkan pembawa lentera kepadanya.
Dia akhirnya menjadikan pembawa lentera itu sebagai malaikat kecilnya . Menceritakan apa yang dia alami dan dia rasakan , merupakan rutinitasnya .



Banyak waktu yang telah mereka habiskan berdua , dan banya pula pembawa lentera lain yang mendekatinya. Tapi saat itu dia tidak memedulikan mereka semua , karena dia telah mempunyai pembawa lentera sendiri yang senantiasa bersamanya .
Sampai akhirnya dia melihat salah satu pembawa lentera itu , membawa lentera yang sangat terang , dan lebih terang daripada lentera yang dimiliki pembawa lenteranya saat ini.
Pertahanannya goyah . Dia beranjak dari posisinya saat pembawa lentera yang sangat terang itu berjalan menatapnya dan tersenyum mendekatinya , mulai mebiarkan pembawa lentera yang lama menjadi sendirian.
Tapi dia segera kembali ke sisi pembawa lenteranya sendiri , membiarkan pembawa lentera yang sangat terang itu yang menghampirinya .
Saat pembawa lentera yang sangat terang itu telah sampai dihadapannya , dia memberi posisi untuk pembawa lentera yang sangat terang itu disisinya yang kosong satu lagi. Tertawa penuh kebahagiaan adalah hal  yang selalu dilakukan dia dan pembawa lentera yang sangat terang itu.
Pembawa lentera yang lama hanya diam saja saat pembawa lentera yang sangat terang itu tertawa bersama dia. Yang dilakukannya kini hanya memperhatikan mereka saja , tetap menampakkan senyum tulusnya , walau posisinya saat ini bukan lagi di sisi dia , melainkan tepat di belakang dia .
Pembawa lentera yang terang terus memberikan kebahagiaan kepada dia , meyakinkan kepada dia bahwa pembawa lentera yang sangat terang  itu bisa dipercaya .
Sampai akhirnya disuatu waktu saat pembawa lentera yang lama masih berada dibelakang dia , mimpi buruk terjadi . Lentera terang yang dibawa pembawa lentera yang sangat terang itu dipadamkan seketika . Dipadamkan oleh sang pembawa lentera yang sangat terang.
Dia kaget menyaksikan itu semua , berusaha meminta penjelasan dari pembawa lentera yang sangat terang itu , tapi ternyata dia malah ditinggalkan .



Akhirnya dia kembali kepada pembawa lentera yang lama . Kembali duduk disamping pembawa lentera itu dengan perasaan yang sangat terluka .
Pembawa lentera yang lama tidak kaget melihat dia terluka seperti itu , karena pembawa lentera yang lama menyaksikan dan mengetahui apa yang terjadi dari posisinya saat itu. Tapi pembawa lentera tetap bertanya untuk meminta kepastian.
Dia mengaku dia baik-baik saja , pembawa lentera tidak percaya tapi berusaha untuk percaya. Sejak saat itu jika pembawa lentera yang lama menanyakan keadaannya , dia selalu berkata dia baik-baik saja , walaupun kenyataanya dia terluka dan terpuruk.
Mendengar jawabannya , pembawa lentera menjadi kecewa. Kecewa yang sangat besar kepada dia.  Pembawa lentera hanya tidak menyangka mendapatkan jawaban tidak jujur . Sejak saat itu pembawa lentera yang lama menilai bahwa dia selalu bohong , dan mulai bersikap tegas kepada dia .
Jika dia mengadukan masalah kepada pembawa lentera, dia merasa sia-sia , merasa disudutkan, karena pembawa lentera ternyata tidak membelanya malah ikut menyalahkannya. Tapi dia tetap saja menceritakan masalahnya kepada pembawa lentera . Sampai akhirnya , dia merasa semua yang dilakukannya adalah percuma , karena dia butuh orang yang membelanya bukan semakin menyudutkannya.



Perasaan takut mulai menyerangnya saat dia menoleh , ternyata pembawa lentera telah beridiri , tidak lagi duduk seperti dia . Dan saat dia melihat lentera yang ada ditangan pembawa lentera ternyata , lentera itu mulai redup.
Dia menyadari pembawa lentera telah lama bersamanya , mungkin juga telah muak dengannya , karena pembawa lentera selalu meminta kepastian tentang keberadaannya dan posisinya.
Dia menjelaskan semuanya kepada pembawa lentera , dan hasilnya pembawa lentera selalu mengatakan bahwa pembawa lentera bisa saja pergi jika sudah sangat lelah dan tidak dibutuhkan lagi.



Dia melihat pembawa lentera yang masih berdiri disampingnya itu, lalu melihat lentera yang mulai redup itu . Dia menangis melihat itu semua , rapuh saat pembawa lentera terus menanyakan posisinya.
Akhirnya dia berkata kepada pembawa lentera, jika telah lelah dan ingin pergi , silahkan saja. Dia tidak bisa melarang karena dia sangat rapuh untuk menahan agar pembawa lentera tetap disini , disampingnya.


Sampai saat ini pembawa lentera tetap diam ditempatnya , tidak pergi dan tidak juga duduk disamping dia seperti dulu . Dan ternyata lentera itu telah sangat redup. Mengembalikan warna kehidpannya seperti dulu . Mengembalikan dunianya seperti dulu.


Sendiri dan gelap .





to be continued ..... 


               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar